Limbah adalah sisa hasil produksi /buangan yang kehadirannya pada saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomi dan ekologis (Ekologi Industri :169). Berdasarkan sumbernya, limbah dibagi menjadi 2 yaitu limbah domestik dan limbah industri. Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat dibedakan menjadi limbah cair, limbah gas dan partikel, serta limbah padat. Polutan limbah cair dapat berupa padatan, bahan buangan yang membutuhkan oksigen, mikroorganisme, komponen organic sintetik, nutrient tanaman, minyak, senyawa organik dan mineral, dan bahan radioaktif. Limbah gas dan partikel berasal dari penggunaan bahan baku, proses dan sisa pembakaran. Limbah padat bersumber dari hasil produksi atau hasil pemakaian alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Limbah cair bersumber dari sisa buangan produksi atau pemakaian hasil produksi dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Pada umumnya limbah cair bersifat merugikan. Adapun kandungan limbah cair meliputi padatan, bahan buangan yang membutuhkan oksigen, mikroorganisme, komponen organik sintetik, nutrien tanaman, minyak, senyawa organik dan mineral, bahan radioaktif serta panas. Indikator yang dapat menentukan adanya limbah cair yaitu : nilai pH/keasamaan/alkanitas, suhu, warna, bau, rasa, jumlah padatan, nilai BOD, pencemaran mikroorganisme phatogen, kandungan minyak, kandungan logam berat, dan bahan radioaktif. Limbah padat merupakan hasil buangan industri atau domestik berupa padatan, lumpur dan bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan.

Kandungan Jenis Indikator Keterangan
Padatan Sisa hasil pencernaan, sisa penggunaan barang konsumsi,.. jumlah padatan dapat mengurangi kualitas air
Bahan buangan aerob sisa tumbuhan, bangkai,.. Uji BOD BOD : analisis oksigen terlarut
Komp. Org. sintetik zat pewarna, pemanis buatan ,… uji warna, bau dan rasa mengurangi kualitas air
Senyawa organic dan mineral sisa makanan, sisa senyawa kimia, logam berat(Pb, Merkuri..) kandungan logam berat senyawa organic : mengandung unsur C,H,O (umumnya pada mahluk hidup), logam Pb sering terdapat pada baterai kendaraan, pelapis keramik, pelapis kabel
Nutrien sisa penggunaan pupuk cth : posfat, senyawa nitrogen eutrofikasi ; peledakan pertumbuhan eceng gondok yang diakibatkan oleh kelebihan nutrisi pada peraiaran(posfat)
Bahan radioaktf uranium, bahan peledak, … kandungan bahan radioaktif dapat menimbulkan kanker (karsinogenik), mutasi gen
Minyak oli, kebocoran tangki minyak uji penetrasi cahaya minyak pada permukaan air dapat mengganggu proses fotosintesis tumbuhan di dalam air
Panas Buangan air industry suhu perairan suhu tinggi dapat mengganggu ekosistem perairan

 

Limbah padat dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu limbah padat yang dapat didaur-ulang (plastik, tekstil, potongan logam) dan limbah padat yang tidak memiliki nilai ekonomis. Sumber limbah padat mencakup kegiatan domestik, komersial, industri, dan konstruksi.

Tabel 1 Beberapa sumber dan jenis limbah padat

Sumber Fasilitas Jenis
Domestik Rumah tangga, apartemen Sisa makanan, pembungkus makanan
Komersial Pertokoan, pasar, restoran, hotel, institusi Kertas, abu, sampah plastik, sampah organik
Industri Kilang minyak, pertambangan, pabrik Limbah industri, B3
Konstruksi Pembangunan gedung, jembatan, jalan Semen, baja, sisa pembangunan yang lain

 

Limbah gas dan partikel merupakan limabh yang banyak dibuang ke udara. Secara alamiah, udara mengandung unsur kimia seperti oksigen, nitrogen, hidrogen, karbon dioksida, dan beberapa jenis gas lain. Penambahan unsur gas ke dalam udara yang melampui kandungan alaminya akibat aktivitas manusia akan menurunkan kualitas udara. Partikel adalah butiran halus yang mungkin masih terlihat oleh mata telanjang seperti uap air, debu, asap, fume dan kabut. Menurut Wardhana(1995) partikel dapat berupa keadaan-keadaan berikut,

v  Fume merupakan padatan yang terdapat di udara, yang biasanya terjadi akibat kondensasi uap air, sublimasi atau reaksi kimia lainnya

v  Aerosol adalah partikel yang terhambur dan melayang di udara

v  Fog/ kabut dalah aeorosol berupa butiran air yang berada di udara

v  Smoke/asap merupakan aerosol yang berupa campuran antara butir padatan dan cairan yang terhambur melayang di udara

v  Dust/debu adalah aeorosol berupa butiran padat yang terhambur dan melayang di udara karena adanya hembusan angin

v  Smog adalah campuran smoke dan fog

Biasanya kandungan limbah gas dan partikel yang sering ditemukan adalah CO2, CO, NOx, SO2, CFC, atau ikatan dari beberapa unsur seperti H,O,C,N,S. Indikator bahwa udara telah terkandung senyawa-senyawa limbah gas dan partikel adalah adanya pencemaran udara yang berdampak hujan asam, pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Pada dasarnya limbah gas dari industri bersumber dari penggunaan bahan baku, proses dan sisa pembakaran. Limbah gas dan partikel timbul akibat reaksi kimia, kebocoran gas, penghancuran bahan-bahan, asap pembakaran. Indikator alami pencemaran udara berupa Lichens yang biasanya hidup di cabang, ranting pohon dan bebatuan di dasar hutan dikenal karena  esensitifannya terhadap perubahan lingkungan, terutama polusi udara. merupakan indikator yang memberi peringatan adanya ancaman potensial pada hutan.

Perubahan pada komunitas lichen di hutan menunjukkan kemungkinan adanya perubahan dalam ekosistem, seperti siklus nutrisi yang tidak efesien atau lambatnya pertumbuhan hutan

Beberapa jenis limbah yang termasuk limbah cair, padat, gas dan partikel dapat dikategorikan menjadi limbah B3. Limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia. Menurut PP No. 18 tahun 1999, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. karakteristik limbah B3 mencakup : mudah meledak; pengoksidasi; sangat mudah sekali menyala; sangat mudah menyala; mudah menyala; amat  sangat beracun; sangat beracun; beracun; berbahaya; korosif; bersifat iritasi; berbahaya bagi lingkungan; karsinogenik; teratogenik; dan mutagenik. Berdasarkan jenis buangannya, limbah B3 dapat dikategorikan menjadi :

1.         Radioaktif, buangan yang mengemisikan radioaktif berbahaya, persistence untuk periode waktu yang lama.

2.        Bahan kimia, umumnya digolongkan lagi menjadi synthetic organic; anorganic logam, garam-garam, asam dan basa; flamable dan explosive.

3.        Bahan yang bersifat biologis, dengan sumber utama rumah sakit, penelitian biologi.

4.        Bahan yang mudah terbakar (flamable), dalam bentuk bahan kimia padat, cair, gas. Gesekan, penyerapan uap air, atau perubahan kimia secara spontan dapat mudah mengalami kebakaran

5.        Bahan yang mudah meledak (explosive), dihasilkan dari pabrik bahan peledak, pada suhu dan tekanan standar (250 C, &60 cmHg)

6.        Limbah bersifat reaktif : pada keadaan normal tidak stabil, bereaksi hebat dengan air menimbulkan ledakan,

7.        Limbah beracun : limbah yang mengandung pencemar bersifat racun bagi manusia atau lingkungan

8.        Limbah yang bersifat korosif : menyebabkan iritasi pada kulit, pengkaratan pada logam, memiliki pH kurang dari 2

9.        Limbah karsinogenik : dapat menyebabkan terjadinya kanker atau terjadi mutasi gen

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas limbah/besar-kecilnya dampak suatu limbah yaitu volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Batas kebolehan suatu limbah atau bahan pencemar dibuang ke lingkungan diatur dalam baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperbolehkan untuk suatu zat atau bahan pencemar terhadap lingkungan. Kegiatan pengurangan dampak limbah atau bahan pencemar dengan usaha 3R (reuse, reduce, recycle).

a.        Reuse : memanfaatkan kembali barang sisa tanpa perlakuan  contoh botol air minum

b.        Reduce : pengurangan dampak limbah dengan cara mengurangi penggunaan bahan dasar/mentah dalam kegiatan produksi

c.        Recycle : daur ulang untuk menghasilkan produk baru yang dapat dimanfaatkan kembali cth daur ulang kertas, plastik.

 

About these ads

About mujidinahmad

bekerja Tekun adalah Modal

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s