Rangkuman Materi  Kelas X IPA

”Natural science is a systematic and formulated knowledge dealing with material phenomena and based mainly on observation and induction”. Pernyataan ini mengungkapkan bahwa Ilmu pengetahuan alam merupakan suatu ilmu yang sangat berhubungan dengan identifikasi gejala-gejala alam yang objektif dan kongkrit. Kajian ilmu pengetahuan alam mencakup cara-cara memperoleh, mengembangkan pengetahuan dan aplikasi atau menggunakan pengetahuan mencakup cara-cara kerja, cara berfikir, cara memecahkan masalah, dan sikap- sikap ilmiah seperti obyektif terhadap fakta/kenyataan, tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, berhati terbuka, tidak memihak, tekun dan sabar dan selalu ingin tahu serta dapat bekerja sama dengan orang lain. Secara konsep, ilmu pengetahuan alam bersifat universal, dapat diuji kebenarannya setiap waktu dan oleh siapa saja, dan bersifat tentatif(kemungkinan dapat berubah jika diketemukan fakta baru. Dalam mempelajari konsep-konsep IPA yang berhubungan dengan gejala alam di lingkungan sekitar sangat diperlukan aturan kerja yang sistematis. Metode ilmiah merupakan salah satu cara yang tepat dalam mengkaji IPA. Metode ilmiah adalah kegiatan prosedural dalam mengkaji gejala-gejala alam secara sistematis dalam mencari pemecahan masalah. Para ahli memiliki pemikiran yang berbeda dalam menentukan tahapan-tahapan dalam metode ilmiah. Akan tetapi secara umum, tahapan metode ilmiah meliputi merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, menyusun hipotesis, menyusun prosedur percobaan, melakukan eksperimen, mengolah dan menganalisis data, menarik kesimpulan dan melaporkan hasil penelitian.

1.         Dalam merumuskan masalah harus memperhatikan beberapa hal diantaranya yaitu :

Ø  Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih

Ø  Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan

Ø  Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas

Ø  Contoh : Mengapa sering terjadi kebakaran hutan di daerah Kalimantan?

2.        Menyusun kerangka teori

Ø  Kerangka teori dapat diperoleh dari sumber bacaan, hasil penelitian orang lain, fakta yang ada di lingkungan

Ø  Kerangka teori bersifat mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan

Ø  Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi

3.        Menyusun hipotesis

Ø  Hipotesis = jawaban sementara yang masih perlu dicari kebenarannya

Ø  Ditulis dalam pernyataan

Ø  Sederhana dan jelas

Ø  Berdasarkan keterangan-keterangan atau informasi yang dikaji baik dari sumber bacaan maupun fakta

Ø  Contoh : “Kuantitas penambahan ragi mempengaruhi kualitas tempe kedelai”

4.        Dalam penyusunan prosedur percobaan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu

Ø  Alat dan bahan yang akan digunakan

Ø  Pencantuman urutan langkah kerja

Ø  Perkiraan objek dan lokasi penelitian

Ø  Pencantuman garis besar pengolahan dan analisis data

5.        Kegiatan pengambilan data/eksperimen

Ø  Bekerja sesuai dengan prosedur percobaan

Ø  Data yang diambil sesuai fakta

Ø  Bekerja dengan tekun dan teliti

Ø  Dapat dilakukan melalui observasi (melibatkan panca indera)

 

6.        Tahapan mengolah dan menganalisis data

Ø  Data hasil percobaan diolah berdasarkan acuan cara pengolahan data

Ø  Kerangka teori merupakan tolakan dalam mengolah dan menganalisis data

Ø  Menganalisis data dihubungkan dengan hipotesis yang telah disusun

7.        Tahapan menarik kesimpulan

Ø  Kesimpulan merupakan hasil analisis data yang dihubungkan dengan hipotesis yang telah disusun

Ø  Kesimpulan merupakan hasil generilisasi data-data objektif

Ø  Mencantumkan kekurangan dan kelebihan eksperimen

8.        Melaporkan hasil penelitian

Pelaporan hasil penelitian berisi kata pengantar, daftar isi, judul percobaan, tujuan percobaan, rumusan masalah, rumusan kerangka teori, rumusan hipotesis, rumusan prosedur percobaan, data hasil percobaan, pengolahan dan analisis data, penarikan kesimpulan dan saran dan daftar pustaka

 

Komponen biotik merupakan sejumlah mahluk hidup bagian dari ekosistem yang saling berinteraksi baik dengan mahluk hidup lain maupun lingkungan guna mempertahankan hidupnya. Berdasarkan satuan penyusun ekosistem, mahluk hidup terbagi menjadi individu, populasi, dan komunitas, komunitas berinteraksi dengan komponen abiotik membentuk suatu hubungan timbal balik yang disebut ekosistem. Berdasarkan taksonomi,komponen biotik(mahluk hidup) terbagi menjadi virus, Monera, Protista,Fungi, Plantae dan Animalia. Virus merupakan mahluk hidup yang sangat sederhana(tidak bersel). Reproduksi dan aktiftas virus terjadi pada sel inangnya. Sehingga bersifat parasit, contohnya virus H5N1 dan HIV. Monera merupakan mahluk hidup prokariotik(tidak memiliki membran inti), ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan. Salah satu contohnya, bakteri Lactobacillus, Acetobacter, dan Rhizobium merupakan bakteri yang bermanfaat. Sedangkan bakteri patogen meliputi Mycobacterium (TBC), Neisseria gonorrhea (kencing nanah), dan Diphteria (dipteri). Protista merupakan organisme(mahluk hidup) yang bersifat eukariotik(memiliki membran inti) dan terbagi menjadi organisme uniseluler dan multiseluler. Protista uniseluler umumnya protozoa(protista mirip hewan) dan mirip jamur , dan uniseluler dan multiseluler meliputi protista mirip tumbuhan(alga/ganggang). Protista ada yang bersifat menguntungkan dan merugikan. Fungi merupakan organisme(mahluk hidup) yang bersifat eukariotik dan tidak memiliki klorofil. Fungi bersifat menguntungkan dan merugikan. Salah satu manfaat fungi bagi manusia yaitu membantu dalam pembuatan tempe. Adapun yang merugikan contohnya panu. Plantae merupakan organisme multiseluler eukariotik berklorofil. Sehingga dapat membuat makanan sendiri. Pembagian komponen biotik terakhir yaitu animalia. Animalia merupakan organisme multiseluler eukariotik dan dapat bergerak. Secara umum, komponen biotik ada yang bersifat mikroskopis dan makroskopis. Untuk melihat mahluk hidup mikroskopis diperlakukan alat bantu. Oleh karena itu, untuk mengidentifikasi gejala/aktiftasnya dapat terlihat dari hasil aktifitasnya, seperti dalam pembuatan tempe, nata de coco, yoghurt dan tape

 

Klasifikasi mahluk hidup merupakan kegiatan pengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri persamaan dan perbedaan yang dimiliki. Seperti yang telah kita ketahui bahwa mahluk hidup di dunia ini sangat banyak, sehingga diperlukan proses/cara untuk mengenal suatu mahluk hidup guna mengetahui kekerabatannya dan menjadikan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu, sangat diperlukan penamaan setiap organisme penyusun komponen biotik. Taksonomi merupakan ilmu tentang klasifikasi mahluk hidup. Diperkenalkan pertama kali oleh Carolus Linnaeus dengan istilah Binomial Nomenklatur(penamaan dengan dua kata). Pengelompokkan mahluk hidup dimasukkan ke dalam tingkatan takson dengan urutan tertinggi sampai terendah yaitu Kingdom, Divisio/Phylum, Class, Ordo, Family, Genus dan Species. Setiap mahluk hidup dimasukkan ke dalam takson tersebut berdasarkan banyak-sedikitnya persamaan dan perbedaan yang dimiliki. Salah satu cara untuk memudahkan proses identifikasi ciri persamaan atau perbedaan menggunakan kunci determinasi. Kunci determinasi memuat beberapa ciri-ciri mahluk hidup yang terspesifikasi/terkelompokkan ke dalam tingkatan takson. Pada umumnya, kunci determinasi memuat ciri-ciri mahluk hidup dalam bentuk bagan dikhotomi. Berkaitan dengan klasifikasi pada kingdom animalia, secara garis besar animalia dibagi menjadi 2 sub kingdom yaitu Invertebrata dan Vertebrata. Sub kingdom Invertebrata terdiri dari Phylum Poripera, Coelenterata, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata dan Arthropoda. Sub kingdom Vertebrata terdiri dari Pisces, Amphibi, Reptilia, Aves dan Mamalia

 

Secara kuantitas dan mengacu pada taksonomi mahluk hidup, komponen biotic terdiri dari beranekaragam jenis mahluk hidup. Keanekaragaman ini muncul disebabkan oleh adanya cirri persamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh mahluk hidup. Berdasarkan tingkatannya, keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga yaitu keanekaragaman hayati tingkat gen, keanekaragaman hayati tingkat jenis dan keanekaragaman hayati tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati akan berawal dari tingkat gen sampai ekosistem akan semakin kompleks. Adapun penjelasan macam-macam keanekaragaman hayati tersebut diuraikan di bawah ini.

1.         Keanekaragaman tingkat gen        : Keanekaragaman yang ditimbulkan oleh faktor genetik yang memunculkan satu sifat beda pada satu jenis mahluk hidup. Contoh : warna bulu pada ayam, warna bunga mawar, bentuk hidung dan raut wajah pada manusia, dan lain-lain. Keanekaragaman tingkat gen memunculkan variasi yang dapat menghasilkan varietas pada satu jenis mahluk hidup

2.        Keanekaragaman tingkat jenis      : Keanekaragaman yang terjadi antara mahluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tingkat jenis ini terjadi pada tingkatan takson family sampai kingdom. Contoh satu family : tomat, kentang dan leunca. Kelas : kucing, kambing, kuda, dan kerbau. dll

3.        Keanekaragaman tingkat ekosistem : keanekaragaman yang timbul akibat pengaruh interaksi antara komponen biotic dan abiotik. Akan tetapi, keanekaragaman hayati tingkat ekosistem sangat dipengaruhi oleh karakteristik flora yang terdapat di daerah tersebut

Usaha perlindungan keanekaragaman hayati dapat secara insitu : perlindungan flora/fauna di dalam habitatnya, contoh suaka margasatwa di ujung kulon melindungi badak bercula satu, pulau komodo di pulau komodo, eksitu : perlindungan flora/fauna di luar habitatnya, contoh kebun Raya Bogor.

 

 

Tentang mujidinahmad

bekerja Tekun adalah Modal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s