Klasifikasi Mahluk Hidup

KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP

Renungkan!

Ø  Apakah kita sebagai manusia dapat hidup sendiri di dunia?

Ø  Menurut kalian seberapa besar kepedulian manusia terhadap lingkungan?

Ø  Apakah manusia telah mengenal bahwa ada mahluk hidup lain di bumi ini?

Kita mungkin masih ingat bahwa Sang Pencipta tidak hanya menciptakan manusia untuk mengatur bumi ini, tetapi mahluk hidup lain pun diciptakan sebagai motivator, gambaran perilaku dan kemajuan teknologi bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, kita harus dapat menjaga dan memelihara keutuhan keseimbangan lingkungan atau dapat mempertahankan mahluk hidup lain. Sebuah pepatah memberikan isyarat “Untuk mengetahui air laut asin, maka rasakan air laut itu”. Bagaiamana kita dapat menjaga dan memelihara suatu mahluk hidup? Keanekaragaman hayati merupakan bentuk banyaknya ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengenali ciri persamaan dan perbedaan tersebut sehingga kita dapat mengetahui ciri spesifik suatu mahluk hidup. Klasifikasi mahluk hidup merupakan salah satu upaya dalam mengkaji ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup. Kajian ciri persamaan dan perbedaan mahluk hidup meliputi morfologi, anatomi, fisiologi atau biokimia. Adapun tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup terdiri atas :

Ø  Identifikasi ialah tahapan mengenal ciri dan sifat mahluk hidup dengan mengobservasi struktur, bentuk, warna, ukuran, cara bereproduksi, habitat dan perilakunya.

Ø  Pengelompokkan merupakan pembagian kelompok berdasarkan ciri persamaan dan perbedaan yang telah teridentifikasi pada suatu mahluk hidup.

Ø  Pemberian Nama adalah proses labeling yang mengacu terhadap aturan Binomial Nomenklatur yang dicetuskan oleh Carolus Linnaeus

Salah satu cara dalam proses klasifikasi atau mengenali ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup adalah menggunakan “kunci determinasi”. Kunci determinasi merupakan alat bantu untuk menentukan kedudukan sistematik suatu mahluk hidup yang memuat daftar atau keterangan ciri-ciri mahluk hidup yang dapat diobservasi.  Adapun manfaat klasifikasi mahluk hidup antara lain sebagai berikut :

1.      Mengenal dan mempelajari suatu mahluk hidup

2.      Mengetahui hubungan kekerabatan antar mahluk hidup

3.      Mengetahui peranan mahluk hidup bagi manusia

4.      Mengetahui cara menjaga kelestarian mahluk hidup tersebut.

Berdasarkan cara pengelompokkan, klasifikasi mahluk hidup mencakup :

a)      Sistem buatan adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar sifat morfologi yang mudah dilihat (bentuk dan ukuran).

b)      Sistem alami    adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar ciri-ciri morfologi alami (ciri yang dimiliki mahluk hidup).

c)      Sistem filogenik adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar kedekatan hubungan kekerabatan diantara takson(tingkatan) atau memperhatikan persamaan ciri dan derajat perkemabangan takson.

Bentuk klasifikasi mahluk hidup berdasarkan manfaatnya meliputi sumber bahan pangan, sumber bahan papan, sumber bahan sandang, dan sumber bahan obat-obatan. Berdasarkan habitatnya berupa tumbuhan xerofit (lahan kering), hidrofit( tempat berair) dan higrofit (tempat lembab).

Berdasarkan perkembangan sitem klasifikasi mahluk hidup, terdapat perkembangan proses klasifikasi mahluk hidup yang berawal dari :

1. Sistem klasifikasi 2 kingdom (Animalia dan Plantae)

Berdasarkan ciri makroskopis yang mudah dilihat(contoh bergerak dan tidak bergerak). Carolus Linnaeus sebagai pencetus memberikan penamaan suatu mahluk hidup dengan istilah Binomial Nomenklatur (penamaan dengan 2 suku kata). Setiap mahluk hidup dikelompokkan dalam setiap takson (tingkatan kelompok) yang dengan urutan sebagai berikut :

  1. Pada Animalia             : Kingdom, Phylum, Class, Ordo, Familia, Genus, Species
  2. Pada Plantae                : Kingdom, Divisio, Class, Ordo, Familia, Genus, Species

Keterangan :        Kingdom: Kerajaan, Phylum : Keluarga besar, Class : kelas, Ordo : bangsa, Familia : suku atau keluarga, Genus : marga, Species : jenis.

2. Sistem klasifikasi 3 kingdom (Animalia, Plantae, Fungi)

Terdapat suatu organisme yang bukan tumbuhan dengan memiliki ciri tidak berklorofil, tersusun oleh hifa, dan berkembang biak dengan spora. Organisme tersebut merupakan anggota kingdom Fungi (jamur).

3. Sistem Klasifikasi 4 kingdom (Animalia, Plantae, Fungi, Prokariota)

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa terdapat mahluk hidup yang struktur selnya tidak memiliki membran inti contohnya bakteri dan ganggang biru

4. Sistem Klasifikasi 5 kingdom (Animalia, Plantae, Fungi, Monera, Protista)

  1. Protista meliputi organisme bersel satu dan eukariotik. Contohnya protozoa, alga, dan protista mirip jamur
  2. Monera meliputi organisme prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biru
  3. Fungi meliputi organisme eukariotik uniseluler dan multiseluler, tidak berklorofil, tersusun oleh hifa dan berkembang biak dengan spora. Contoh jamur merang, jamur kuping………….
  4. Plantae meliputi organisme eukariotik multiseluler dan dapat berfotosintesis. Contohnya, Bryophyta (lumut), Pteridophyta (paku), spermatophyta (biji)
  5. Animalia meliputi organisme eukariotik multiseluler, heterotrof dan dapat berpindah tempat. Contohnya Porifera, Coelenterata, Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata

5. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom ( Animalia, Plantae, Fungi, Monera, Protista dan Virus)

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat mahluk hidup yang sangat sederhana yaitu hanya tersusun oleh materi genetik berupa ARN dan AND yaitu Virus

Diterbitkan oleh

mujidinahmad

bekerja Tekun adalah Modal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s