rangkuman materi kelas X

IPA merupakan salah satu ilmu tentang bagaimana memahami segala bentuk ciptaan Tuhan.  Dalam memaknai ciptaan Tuhan dibutuhkan kegiatan observasi atau kajian ilmiah. Dalam mengkaji suatu objek diperlukan adanya sikap-sikap ilmiah seperti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, objektif, tidak tergesa-gesa, sabar dan tekun. Contoh seorang anak akan dapat memperbanyak buah mangga jika dia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap proses perkembangbiakan buah mangga. Objek  dikaji dalam IPA bersifat kongkret(nyata) sehingga diperlukan penalaran logis dalam mengkaji setiap hal yang berkenaan dengan penemuan di IPA. Adapun salah satu cara dalam mengkaji objek-objek di IPA yaitu dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah memuat langkah-langkah sistematis dalam memecahkan suatu masalah. Adapun langkah-langkah dalam metode ilmiah sebagai berikut,

  1. Merumuskan masalah harus memperhatikan beberapa hal diantaranya yaitu :
  • Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih
  • Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan
  • Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas
  • Contoh : Mengapa sering terjadi kebakaran hutan di daerah Kalimantan?
  1. 2. Menyusun kerangka teori
  • Kerangka teori dapat diperoleh dari sumber bacaan, hasil penelitian orang lain, fakta yang ada di lingkungan
  • Kerangka teori bersifat mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan
  • Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi
  1. 3. Menyusun hipotesis
  • Hipotesis = jawaban sementara yang masih perlu dicari kebenarannya
  • Ditulis dalam pernyataan
  • Sederhana dan jelas
  • Berdasarkan keterangan-keterangan atau informasi yang dikaji baik dari sumber bacaan maupun fakta
  • Contoh : “Kuantitas penambahan ragi dapat mempengaruhi kualitas tempe kedelai”
  1. Dalam penyusunan prosedur percobaan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu
  • Alat dan bahan yang akan digunakan
  • Pencantuman urutan langkah kerja
  • Perkiraan objek dan lokasi penelitian
  • Pencantuman garis besar pengolahan dan analisis data
  1. Pengambilan data/eksperimen
  • Bekerja sesuai dengan prosedur percobaan, tekun dan teliti
  • Data yang diambil sesuai fakta
  • Data bersifat kuantitatif (berupa angka) dan kualitatif (berupa sifat)
  • Dapat dilakukan melalui observasi (melibatkan panca indera)
  1. 6. Mengolah dan menganalisis data
  • Data hasil percobaan diolah berdasarkan acuan cara pengolahan data
  • Kerangka teori merupakan tolakan dalam mengolah dan menganalisis data
  • Menganalisis data dihubungkan dengan hipotesis yang telah disusun
  1. 7. Menarik Kesimpulan
  • Kesimpulan merupakan hasil analisis data yang dihubungkan dengan hipotesis yang telah disusun
  • Kesimpulan merupakan hasil generilisasi data-data objektif
  • Mencantumkan kekurangan dan kelebihan eksperimen
  1. 8. Melaporkan hasil penelitian

Pelaporan hasil penelitian berisi kata pengantar, daftar isi, judul percobaan, tujuan percobaan, rumusan masalah, rumusan kerangka teori, rumusan hipotesis, rumusan prosedur percobaan, data hasil percobaan, pengolahan dan analisis data, penarikan kesimpulan dan saran dan daftar pustaka

 

 

 

 

Keanekaragaman hayati muncul disebabkan oleh adanya ciri persamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh mahluk hidup. Berdasarkan tingkatannya keanekaragaman hayati terdiri atas :

  1. 1. Keanekaragaman hayati tingkat gen
  2. Terdapat pada satu jenis mahluk hidup (cth perbedaan pada satu jenis ayam, kambing, sapi, bunga mawar), dll
  3. Dimunculkan oleh satu sifat beda (cth : pada bunga mawar hanya warna bunga, pada manusia perbedaan bentuk rambut), dll
  4. Dipengaruhi oleh faktor genetic dan lingkungan
  5. Perbedaan faktor genetic menghasilkan variasi
  6. Adanya perkawinan silang dapat menghasilkan varietas pada satu jenis mahluk hidup (cth : varietas padi)
    1. 2. Keanekaragaman hayati tingkat jenis
    2. Dipengaruhi oleh faktor genetic dan lingkungan
    3. Perbedaan antar jenis mahluk hidup (cth ; kucing dan harimau, terung dan cabe, dll)
      1. 3. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem
      2. Dipengaruhi kondisi faktor abiotik dan biotic (flora dan fauna)
      3. Memiliki banyak perbedaan antar komponen yang satu dengan yang lain
      4. Contoh adanya ekosistem gurun(padang pasir), sabana dan stepa, hutan basah, hutan hujan tropis (keanekaragamannya tinggi), mangrove(hutan bakau), taiga, tundra(kutub)

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati yang tinggi ini ditandai dengan penyebaran berbagai jenis flora dan fauna. Di beberapa daerah  memiliki flora dan fauna khusus(endemic) seperti badak bercula satu di Ujung Kulon, Cendrawasih di Irian Jaya, Orang Utan di Kalimantan, Harimau di Sumatra, Bunga Rafflesia Arnoldi di Bengkulu, Anggrek Hitam di Kalimantan, Burung Jalak putih di Bali, Elang di Jawa. Akan tetapi, lahan konservasi untuk fauna sangat minim, sehingga fauna banyak mengalami kepunahan sehingga menjadi langka. Program Pemerintah untuk melestarikan flora dan fauna diantaranya yaitu adanya taman kota, adanya perlindungan insitu(dalam habitatnya, cth : komodo di pulau komodo), perlindungan secara eksitu(diluar habitatnya, cth : kebun raya bogor), adanya cagar alam, suaka marga satwa(perlindungan fauna), hutan lindung dan sebagainya. Adapun beberapa manfaat adanya keanekaragaman hayati yaitu objek wisata, pemenuh kebutuhan hidup manusia (sandang,papan,pangan), pembentukan kultur budaya, dll.

Kita mungkin masih ingat bahwa Sang Pencipta tidak hanya menciptakan manusia untuk mengatur bumi ini, tetapi mahluk hidup lain pun diciptakan sebagai motivator, gambaran perilaku dan kemajuan teknologi bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, kita harus dapat menjaga dan memelihara keutuhan keseimbangan lingkungan atau dapat mempertahankan mahluk hidup lain. Sebuah pepatah memberikan isyarat “Untuk mengetahui air laut asin, maka rasakan air laut itu”. Bagaiamana kita dapat menjaga dan memelihara suatu mahluk hidup? Keanekaragaman hayati merupakan bentuk banyaknya ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengenali ciri persamaan dan perbedaan tersebut sehingga kita dapat mengetahui ciri spesifik suatu mahluk hidup. Klasifikasi mahluk hidup merupakan salah satu upaya dalam mengkaji ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup. Kajian ciri persamaan dan perbedaan mahluk hidup meliputi morfologi, anatomi, fisiologi atau biokimia. Adapun tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup terdiri atas :

  • Identifikasi ialah tahapan mengenal ciri dan sifat mahluk hidup dengan mengobservasi struktur, bentuk, warna, ukuran, cara bereproduksi, habitat dan perilakunya.
  • Pengelompokkan merupakan pembagian kelompok berdasarkan ciri persamaan dan perbedaan yang telah teridentifikasi pada suatu mahluk hidup.
  • Pemberian Nama adalah proses labeling yang mengacu terhadap aturan Binomial Nomenklatur yang dicetuskan oleh Carolus Linnaeus

Salah satu cara dalam proses klasifikasi atau mengenali ciri persamaan dan perbedaan suatu mahluk hidup adalah menggunakan “kunci determinasi”. Kunci determinasi merupakan alat bantu untuk menentukan kedudukan sistematik suatu mahluk hidup yang memuat daftar atau keterangan ciri-ciri mahluk hidup yang dapat diobservasi.  Adapun manfaat klasifikasi mahluk hidup antara lain sebagai berikut :

  1. Mengenal dan mempelajari suatu mahluk hidup
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antar mahluk hidup
  3. Mengetahui peranan mahluk hidup bagi manusia (bahan pangan, bahan sandang, bahan papan, bahan obat-obatan)
  4. Mengetahui cara menjaga kelestarian mahluk hidup tersebut.

Berdasarkan cara pengelompokkan, klasifikasi mahluk hidup mencakup :

a)       Sistem buatan adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar sifat morfologi yang mudah dilihat (bentuk dan ukuran).

b)       Sistem alami adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar ciri-ciri morfologi alami (ciri yang dimiliki mahluk hidup).

c)       Sistem filogenik adalah pengelompokkan mahluk hidup dengan dasar kedekatan hubungan kekerabatan diantara takson(tingkatan) atau memperhatikan persamaan ciri dan derajat perkemabangan takson. Semakin banyak persamaan maka semakin berkerabat. Contoh padi dan rumput, terung dan tomat, kucing dan harimau.

Carolus Linnaeus sebagai pencetus memberikan penamaan suatu mahluk hidup dengan istilah Binomial Nomenklatur (penamaan dengan 2 suku kata). Setiap mahluk hidup dikelompokkan dalam setiap takson (tingkatan kelompok) yang dengan urutan sebagai berikut :

  1. Pada Animalia                         : Kingdom, Phylum, Class, Ordo, Familia, Genus, Species
  2. Pada Plantae                           : Kingdom, Divisio, Class, Ordo, Familia, Genus, Species

Keterangan :           Kingdom: Kerajaan, Phylum : Keluarga besar, Class : kelas, Ordo : bangsa, Familia : suku atau keluarga, Genus : marga, Species :jenis

Beberapa syarat dalam penulisan nama ilmiah menurut Tatanama Binomial Nomenklatur yaitu :

  1. Ditulis tegak diberi garis bawah, contoh Ipoma aquatic
  2. b. Ditulis miring tanpa diberi garis bawah, contoh Ipoma aquatic
  3. Sk I hurup awal capital, suku kata II hurup awal ditulis tidak capital, SK I : Ipoma,   SK II : aquatica
  4. Terdiri dari 2 suku kata, suku kata I menunjukkan genus, suku kata II menunjukkan spesies contoh Ipoma: genus, aquatica : spesies

Sistem Klasifikasi 5 kingdom (Animalia, Plantae, Fungi, Monera, Protista, virus)

  1. Protista meliputi organisme bersel satu dan eukariotik. Contohnya protozoa, alga, dan protista mirip jamur
  2. Monera meliputi organisme prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biru
  3. Fungi meliputi organisme eukariotik uniseluler dan multiseluler, tidak berklorofil, tersusun oleh hifa dan berkembang biak dengan spora. Contoh jamur merang, jamur kuping
  4. Plantae meliputi organisme eukariotik multiseluler dan dapat berfotosintesis. Contohnya, Bryophyta (lumut), Pteridophyta (paku), spermatophyta (biji)
  5. Animalia meliputi organisme eukariotik multiseluler, heterotrof dan dapat berpindah tempat. Contohnya Porifera, Coelenterata, Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

Hewan vertebrata terbagi menjadi 5 kelas yaitu : pisces(hewan bersirip), Amphibi(hewan 2 alam), Reptil(hewan melata), Aves(hewan berbulu) dan Mamalia(hewan menyusui dan berambut).

Berdasarkan perkembangan teknologi diketemukan mahluk hidup peralihan yaitu Virus, jenis virus pertama kali diketemukan yaitu TMV. Sejalan dengan perkembangan teknologi diketemukan berbagai jenis virus yang secara umum memiliki ciri dapat dikristalkan, mahluk hidup peralihan, bereproduksi pada sel hidup, dan menyerang kekebalan tubuh.

 

 

 

 

 

Diterbitkan oleh

mujidinahmad

bekerja Tekun adalah Modal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s